Diskusi Pelibatan Perempuan dalam Upaya Penanggulangan Bencana Banjir di Aceh

Plt. Kepala Dinas P3AP2KB Kota Banda Aceh Tiara Sutari AR, S.STP., M.M. mendampingi Wali Kota Banda Aceh dalam Pertemuan dan Diskusi Bersama Ibu Veronica Tan (Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) terkait Pelibatan Perempuan dalam Upaya Penanggulangan Bencana Banjir di Aceh. Sabtu, 10 Januari 2026.

Dalam situasi bencana, perempuan terutama perempuan kepala keluarga, ibu hamil, perempuan lansia, perempuan dnegan disabilitas mengalami beban berlapis dimana kehilangan sumber penghidupan, meningkatnya kerja pengasuhan, risiko kekerasan, serta kerentanan pangan dan gizi. Namun dalam praktik penanganan bencana, perempuan masih sering diposisikan sebagai penerima bantuan, bukan sebagai aktor pemulihan.

Untuk itu, salam kesempatan pertemuan dan diskusi bersama Ibu Wamen diarahkan agar mendorong pelibatan perempuan dalam upaya penanggulangan bencana Banjir di Aceh. 

Ibu Wamen PPPA berkesempatan secara langsung mendengar dan menampung aspirasi kebutuhan perempuan dan anak dari beberapa relawan yang tergabung dalam gerakan perempuan di Aceh terkait kebutuhan yang menjadi prioritas di daerah yang terdampak banjir.

Menurut Ibu Wamen diperlukan model layanan yang tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga memulihkan martabat, kemandirian, dan daya tahan perempuan.

Melalui pendekatan dapur umum berbasis kebun microgreen yang dirancang sebagai inovasi layanan perlindungan perempuan dalam situasi bencana dan pascabencana, yang mengintegrasikan : pemenuhan hak atas pangan dan gizi, ruang aman dan partisipasi perempuan, serta pemulihan sosial ekonomi berbasis komunitas.

Dapur umum tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat distribusi makanan, melainkan sebagai ruang layanan perempuan dimana tempat perempuan terdampak terlibat dalam produksi pangan, pendataan kebutuhan, pengelolaan bantuan, dan pembelajaran keterampilan hidup.