Arif Fadillah Gelar Lomba Masak Ikan Tongkol

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Ibu 2017 Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah SI Kom MM, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh, menggelar lomba masak ikan tongkol yang diadakan di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Sabtu (11/11). Peserta lomba terdiri dari 9 kecamatan dan 90 gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Lomba ini juga sebagai upaya mengajak seluruh masyarakat kota Banda Aceh meningkatkan konsumsi ikan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat khususnya mengolah hasil tangkapan ikan laut dan budi daya hasil perikanan masyarakat kota Banda Aceh. Lomba masak ikan tongkol dinilai oleh Chef Iskandar, Chef Rifki dan Dra Fakinah dosen Tata Boga.

Ketua Panitia Lomba masak ikan, Drh Nella Sativa,  mengapresiasikan khususnya kepada kaum ibu-ibu sebagai ujung tombak untuk generasi selanjutnya dengan adanya lomba masak ikan tongkol ini diharapkan konsumsi ikan masyrakat Kota Banda Aceh akan terus meningkat, ikan tidak hanya untuk gizi dan kesehatan warganya,  namun juga untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam mengolah ikan dengan resep-resep baru serta berkesempatan  kedepan untuk bisa menjadi imcom mereka membuka restoran.

Menurutnya, dengan mengkonsumsi ikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta dapat memanfaatkan potensi ekonomi pasar serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan lainnya.

Lomba ini juga sebagai upaya mengajak seluruh masyarakat kota Banda Aceh meningkatkan konsumsi ikan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat khususnya  mengolah hasil tangkapan ikan laut dan budi daya hasil  perikanan masyarakat kota Banda Aceh. “Kata  Nella Ketua Panitia.

“Disini kita mencoba menciptakan  inovasi-inovasi baru dan  akhirnya kita temukan dalam lomba memasak ikan ini, banyak banget yang sudah di masak itu bermacam-macam resep, mereka semua diberikan modal kerja sebesar Rp. 200.000 per tim dengan uang itu mereka olah untuk menjadi makanan siap saji” jelas ketua panitia lomba.

Untuk Juri yang menilai masakan ini dilakukan oleh chafe dan dosen tata boga sehingga ini tidak ada intervensi dari pihak manapun, kita betul-betul murni. Di sini kita mendapat ilmu dari chafe bahwa begini cara menghindang yang benar, begini kebersihan juga bagus ,cita rasa juga bagus serta kekompakan juga bagus. Ujar Drh Nella Sativa Panitia pelaksana.(ik/16)